Kamis, 05 Juli 2012

Mengenal Huruf-Huruf Hiragana, Katakana, dan Kanji


Mengenal Huruf-Huruf Hiragana, Katakana, dan Kanji

1.       1. Huruf Hiragana
Hiragana sendiri, punya 46 karakter huruf yang mewakili 46 bunyi yang berbeda. Dalam pemakaiannya, Hiragana dipakai untuk menyatakan elemen tatabahasa seperti partikel dan akhiran kata sifat dan kata kerja yang menunjukkan tatabahasa.
Huruf Hidup
 a
 i
 u
 e
 o
(ya)
(yu)
(yo)
 ka
 ki
 ku
 ke
 ko
きゃ kya
きゅ kyu
きょ kyo
 sa
 shi
 su
 se
 so
しゃ sha
しゅ shu
しょ sho
 ta
 chi
 tsu
 te
 to
ちゃ cha
ちゅ chu
ちょ cho
 na
 ni
 nu
 ne
 no
にゃ nya
にゅ nyu
にょ nyo
 ha
 hi
 fu
 he
 ho
ひゃ hya
ひゅ hyu
ひょ hyo
 ma
 mi
 mu
 me
 mo
みゃ mya
みゅ myu
みょ myo
 ya
 yu
 yo
 ra
 ri
 ru
 re
 ro
りゃ rya
りゅ ryu
りょ ryo
 wa
 wi
 we
 wo
 n
 ga
 gi
 gu
 ge
 go
ぎゃ gya
ぎゅ gyu
ぎょ gyo
 za
 ji
 zu
 ze
 zo
じゃ ja
じゅ ju
じょ jo
 da
 (ji)
 (zu)
 de
 do
ぢゃ (ja)
ぢゅ (ju)
ぢょ (jo)
 ba
 bi
 bu
 be
 bo
びゃ bya
びゅ byu
びょ byo
 pa
 pi
 pu
 pe
 po
ぴゃ pya
ぴゅ pyu
ぴょ pyo


2.     2. Huruf Katakana
Katakana adalah salah satu daripada tiga cara penulisan bahasa Jepang. Katakana biasanya digunakan untuk menulis kata-kata yang berasal dari bahasa asing yang sudah diserap ke dalam bahasa Jepang (外来語/gairaigo) selain itu juga digunakan untuk menuliskan onomatope dan kata-kata asli bahasa Jepang, hal ini hanya bersifat penegasan saja.
Berbeda dengan hiragana suku kata, yang digunakan untuk kata-kata bahasa Jepang dan tata bahasa yang infleksi kanji tidak meliputi, suku kata katakana ini terutama digunakan untuk transkripsi kata-kata bahasa asing ke dalam bahasa Jepang dan penulisan kata-kata pinjaman (secara kolektif gairaigo ). Hal ini juga digunakan untuk penekanan, untuk mewakili onomatopoeia , dan untuk menulis kata-kata bahasa tertentu Jepang, seperti istilah teknis dan ilmiah, dan nama-nama tumbuhan, hewan, dan mineral. Nama perusahaan Jepang juga sering ditulis dalam katakana daripada sistem lain.
Katakana ditandai dengan ringkas, guratan lurus dan bersudut, dan paling sederhana aksara Jepang. Ada dua sistem utama pengurutan katakana : yang kuno urutan iroha, dan lebih umum gojūon.
Tabel I
huruf hidup
 a
 i
 u
 e
 o
(ya)
(yu)
(yo)
Tabel pertama ini berisi huruf-huruf katakana standar. Jika komputer Anda tidak mempunyai font bahasa Jepang, lihat tabel ketiga untuk huruf-huruf dasar. (huruf dalam warna merah sudah jarang digunakan):
 a
 i
 u
 e
 o
 ka
 ki
 ku
 ke
 ko
キャ kya
キュ kyu
キョ kyo
 sa
 shi
 su
 se
 so
シャ sha
シュ shu
ショ sho
 ta
 chi
 tsu
 te
 to
チャ cha
チュ chu
チョ cho
 na
 ni
 nu
 ne
 no
ニャ nya
ニュ nyu
ニョ nyo
 ha
 hi
 fu
 he
 ho
ヒャ hya
ヒュ hyu
ヒョ hyo
 ma
 mi
 mu
 me
 mo
ミャ mya
ミュ myu
ミョ myo
 ya
 yu
 yo
 ra
 ri
 ru
 re
 ro
リャ rya
リュ ryu
リョ ryo
 wa
 wi
 we
 wo
 n
 ga
 gi
 gu
 ge
 go
ギャ gya
ギュ gyu
ギョ gyo
 za
 ji
 zu
 ze
 zo
ジャ ja
ジュ ju
ジョ jo
 da
 ji
 zu
 de
 do
 ba
 bi
 bu
 be
 bo
ビャ bya
ビュ byu
ビョ byo
 pa
 pi
 pu
 pe
 po
ピャ pya
ピュ pyu
ピョ pyo
Tabel II
Tabel kedua berisi huruf-huruf tambahan dalam zaman modern. Ini biasanya digunakan untuk merepresentasikan kata-kata dari bahasa asing.
イェ ye
ウィ wi
ウェ we
ウォ wo
ヴァ va
ヴィ vi
 vu
ヴェ ve
ヴォ vo
シェ she
ジェ je
チェ che
ティ ti
トゥ tu
テュ tyu
ディ di
ドゥ du
デュ dyu
ツァ tsa
ツィ tsi
ツェ tse
ツォ tso
ファ fa
フィ fi
フェ fe
フォ fo
フュ fyu



3.      3. Huruf Kanji
Kanji secara harfiah berarti "aksara dari Han", adalah aksara Tionghoa yang digunakan dalam bahasa Jepang. Kanji adalah adalah salah satu dari empat set aksara yang digunakan dalam tulisan modern Jepang selain kana(katakana, hiragana) dan romaji.
Kanji dulunya juga disebut mana (真名?) atau shinji (真字?) untuk membedakannya dari kana. Aksara kanji dipakai untuk melambangkan konsep atau ide (kata benda, akar kata kerja, akar kata sifat, dan kata keterangan). Sementara itu, hiragana (zaman dulu katakana) umumnya dipakai sebagai okurigana untuk menuliskan infleksi kata kerja dan kata-kata yang akar katanya ditulis dengan kanji, atau kata-kata asli bahasa Jepang. Selain itu, hiragana dipakai menulis kata-kata yang sulit ditulis dan diingat bila ditulis dalam aksara kanji. Kecuali kata pungut, aksara kanji dipakai untuk menulis hampir semua kosakata yang berasal dari bahasa Tionghoa maupun bahasa Jepang.
Aksara kanji memiliki dua cara pengucapan, ucapan Tionghoa (on'yomi) dan ucapan Jepang (kun'yomi).
Ucapan Tionghoa (on'yomi)
On'yomi (音読み?) atau ucapan Tionghoa adalah cara membaca aksara kanji mengikuti cara membaca orang Tionghoa sewaktu karakter tersebut diperkenalkan di Jepang. Pengucapan karakter kanji menurut bunyi bahasa Tionghoa bergantung kepada zaman ketika karakter tersebut diperkenalkan di Jepang. Akibatnya, sebagian besar karakter kanji memiliki lebih dari satu on'yomi. Kanji juga dikenal orang Jepang secara bertahap dan tidak langsung dilakukan pembakuan.
On'yomi dibagi menjadi 4 jenis:
§  Go-on (呉音?, "ucapan Wu") adalah cara pengucapan dari daerah Wu di bagian selatan zaman Enam Dinasti Tiongkok. Walaupun tidak pernah ditemukan bukti-bukti, ucapan Wu diperkirakan dibawa masuk ke Jepang melalui Semenanjung Korea dari abad ke-5 hingga abad ke-6. Ucapan Wu diperkirakan berasal dari cara membaca literatur agama Buddha yang diwariskan secara turun temurun sebelum diketahui cara membaca Kan-on (ucapan Han). Semuanya cara pengucapan sebelum Kan-on digolongkan sebagai Go-on walaupun mungkin saja berbeda zaman dan asal-usulnya bukan dari daerah Wu.
§  Kan-on (漢音?, "ucapan Han") adalah cara pengucapan seperti dipelajari dari zaman Nara hingga zaman Heian oleh utusan Jepang ke Dinasti Tang dan biksu yang belajar ke Tiongkok. Secara khusus, cara pengucapan yang ditiru adalah cara pengucapan orang Chang'an.
§  Tō-on (唐音?, "ucapan Tang") adalah cara pengucapan karakter seperti dipelajari oleh biksu Zen antara zaman Kamakura dan zaman Muromachi yang belajar ke Dinasti Song, dan perdagangan dengan Tiongkok.
§  Kan'yō-on (慣用音?, "ucapan populer") adalah cara pengucapan on'yomi yang salah (tidak ada dalam bahasa Tionghoa), tapi telah diterima sebagai kelaziman.

Ucapan Jepang (kun'yomi)

Kun'yomi (訓読み?) atau ucapan Jepang adalah cara pengucapan kata asli bahasa Jepang untuk karakter kanji yang artinya sama atau paling mendekati. Kanji tidak diucapkan menurut pengucapan orang Tionghoa, melainkan menurut pengucapan orang Jepang. Bila karakter kanji dipakai untuk menuliskan kata asli bahasa Jepang, okurigana sering perlu ditulis mengikuti karakter tersebut.
Seperti halnya, on'yomi sebuah karakter kadang-kadang memiliki beberapa kun'yomi yang bisa dibedakan berdasarkan konteks dan okurigana yang mengikutinya. Beberapa karakter yang berbeda-beda sering juga memiliki kun'yomi yang sama, namun artinya berbeda-beda. Selain itu, tidak semua karakter memiliki kun'yomi.
Kata "kun" dalam kun'yomi berasal kata "kunko" (訓詁?) (pinyin: xungu) yang berarti penafsiran kata demi kata dari bahasa kuno atau dialek dengan bahasa modern. Aksara Tionghoa adalah aksara asing bagi orang Jepang, sehingga kunko berarti penerjemahan aksara Tionghoa ke dalam bahasa Jepang. Arti kanji dalam bahasa Tionghoa dicarikan padanannya dengan kosakata asli bahasa Jepang.
Sebagai aksara asing, aksara Tionghoa tidak dapat diterjemahkan semuanya ke dalam bahasa Jepang. Akibatnya, sebuah karakter kanji mulanya dipakai untuk melambangkan beberapa kun'yomi. Pada masa itu, orang Jepang mulai sering membaca tulisan bahasa Tionghoa (kanbun) dengan cara membaca bahasa Jepang. Sebagai usaha membakukan cara membaca kanji, satu karakter ditetapkan hanya memiliki satu cara pengucapan Jepang (kun'yomi). Pembakuan ini merupakan dasar bagi tulisan campuran Jepang dan Tiongkok (wa-kan konkōbun) yang merupakan cikal bakal bahasa Jepang modern.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar